Penelitian ini mengkaji ketidakefektifan sanksi internasional terhadap program nuklir Korea Utara. Sejak 2006, Dewan Keamanan PBB telah memberlakukan berbagai resolusi untuk menekan Pyongyang agar menghentikan pengembangan senjata nuklir. Korea Utara, negeri yang dipimpin oleh dinasti Kim selama tiga generasi, telah lama menjadi teka-teki bagi dunia internasional. Namun, bukan hanya ketertutupannya yang membuat dunia was-was. Segalanya telah berubah secara mendasar, tegas Kim, merujuk pada keberhasilan pembangunan di tengah sanksi internasional yang dipimpin Amerika Serikat (AS). Stephan Haggard, peneliti ekonomi Korut dari University of California, San Diego, menilai capaian ini luar biasa bagi negara semiskin Korut. Korea Selatan menjatuhkan sanksi kepada dua individu, tiga entitas dan 11 kapal yang terkait dengan program nuklir dan rudal Korea Utara. Islamabad (ANTARA) - Amerika Serikat dan 10 negara lainnya termasuk Korea Selatan, berjanji akan menerapkan sepenuhnya sanksi Dewan Keamanan PBB terhadap Korea Utara. Untuk meredam ambisi nuklir Korea Utara, negara-negara di seluruh dunia, terutama di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa, telah memberlakukan sanksi sepihak. Namun, keefektifan sanksi ini kini menjadi topik perdebatan yang hangat. Korea Utara merupakan negara yang terkucilkan baik secara politik maupun ekonomi. Negara ini sudah menjadi pusat perhatian global karena Korea Utara memiliki ambisi untuk terus mengembangkan program nuklirnya yang dimana hal ini mengancam perdamaian dunia.
Latest News
- a hydrocodone in system
- wellbutrin and celexa together weight gain
- ni massive ambient presets
- taking amitriptyline and sertraline together
- viagra et ses effets secondaires
- plavix 75 mg dosage
- nolvadex tamoxifen citrate for sale
- naproxeno sodico con paracetamol
- does ibuprofen help gum swelling
- house renovation costs per square metre uk
- lisinopril y efectos secundarios
- estradiol ring side effects